Kenangan dalam cerita itu

Buku itu, masih saja bercerita
Tiap halaman, tiap lembar, tiap nomornya
Ia hadir bagai hembusan angin
yang tiba-tiba datang menyapa pepohonan
Sejuk, Sepoi, ia datang menghembus dedaunan, hingga menggugurkan daun-daun yang telah lama mengering dipertengahan musim kemarau
Daun itu satu-persatu berguguran kebumi, tidak banyak memang, tapi ia cukup menutupi halaman yang juga sedang tertutupi oleh rumput yang mengering
Ini buku bercerita tentang apa?
Buku lusuh yang sampul-nya sudah mulai memudar, kertasnya sudah tidak baru lagi, dan ada beberapa lempar yang sudah mulai lepas dari ikatannya, ia hanyalah buku yang berisi tentang cerita tentang seorang pemuda yang sedang belajar tentang arti kehidupan
Jadi, apa yang ingin kita bicarakan saat ini? Entahlah, mungkin tokoh didalam cerita telah memberikan banyak pembelajaran, walau ini hanya cerita fiksi, namun ia adalah kisah yang telah banyak menginspirasi, kisah yang dengannya, mungkin banyak kisah-kisah lain yang telah tercipta.
Tapi tunggu dulu, apakah kita membahas kisah si pemuda dalam cerita ini, atau cerita itu telah mengingatkan kita pada masa itu, masa dimana waktu itu telah membentuk kenangannya, kenangan dimana ia membuatmu banyak belajar akan kisah itu, kisah yang ingin kau ukir dalam hidupmu dan kisah yang ingin juga kau lupakan dalam dirimu yang lainnya

(Ibnu Khairan)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah tak bertepi

Kesederhanaan jalan