Postingan

Ketetapan yang telah tersuratkan

Aku tahu perpisahan adalah jurang dari sebuah pertemuan Pertemuan yang semua ku yakin telah digariskan Pertemuan yang perlahan terajut menjadi kepingan-kepingan perjalanan yang kemudian ia terangkai kedalam sebuah kenangan yang terkadang ia berjalan bersama tumbuhnya harapan Aku juga tau bahwa semua kisah akan disertai dengan akhir akhir yang terbingkai dalam senyum tawa ataukah berujung pada luka dan airmata senyum tawa yang melabuhkan keinginan ataukah air mata yang mampu meluluh lantahkan harapan namun itu semua itu telah berada pada suatu garis yang bernama ketetapan Namun pengetahuan saja ternyata tidak cukup bahkan pemahaman pun tidak mampu untuk membantuku  ketika sesak itu sekali lagi dengan senyumannya datang menghampiriku Tetap kali ini aku memohon lagi pada waktu Seberat apapun itu selalu saja waktu yang selalu berbaik hati membantuku dan waktu yang secara perlahan mampu mengobati lukaku Jika pertemuan adalah sebuah kemungkinan dan perpisahan adalah k...

Sama seperti yang lainnya

Sama seperti yang lainnya ku juga ingin memulai kisah itu kisah yang harapannya akan menjadi kisah dengan kata ganti "kita" kisah yang akan dilewati dengan tangis dan serta canda dan air mata Sama seperti yang lainnya ku juga ingin memperjuangkannya memperjuangkan sebagai bagian dari tanggung jawab yang kumiliki memperjuangkan sebagai suatu hal yang ingin kuperjuangkan Sama seperti yang lainnya ku juga melewati proses itu Proses yang ingin dilewati semua orang untuk memulai kisah itu Proses yang memulai untuk merajut semua kisah itu dan jika jalan itu ada ia akan berjalan pada takdirnya (Ibnu khairan)

Cermin Harapan

Harapan itu layaknya cermin. Ia mempunyai pantulan bernama kekecewaan, layaknya benda pada sebuah cermin, semakin besar harapan yang dimiliki, pantulan yang berupa kekecewaan juga akan semakin besar, dan sebaliknya, jika harapan itu kecil, maka pantulannya juga akan sebanding. Namun yang lebih penting bagaimana penyikapan atas semua pantulan-pantulan bayangan tersebut (Ibnu Khairan)

Pertemuan

Mungkin ini sebuah kisah bernama "pertemuan" Pertemuan yang memiliki muara bernama "perpisahan" Kisah ini mungkin bukan berbicara juga pada suatu kata "disatukan" atau juga bukan bersenandung untuk suatu nada bernama "impian" Sekali lagi, mungkin ini hanya kisah tentang "pertemuan" Namun, bagaimana cerita ini dibingkai dalam catatan "penerimaan" (Ibnu Khairan)

Karena Ia adalah kisah yang ingin kukenang

Adalah kepingan-kepingan itu yang pernah coba kuuntai, merangkainya satu persatu, menyusun bagian demi bagiannya,dan merajut tiap helaiannya. Adalah kisah itu yang coba kuceritakan, mengingat tiap kenangannya, mengisahkan tiap episodenya, merangkai tiap peristiwanya, dan meramu tiap jalan ceritanya Adalah ia cerita masa lalu, kisah yang tak akan pernah  bisa kuulang, ia adalah kenangan yang telah berlalu bersama waktu. Ia adalah rangkaian kata yang tak pernah bisa kuucap, rasa yang selalu kusimpan, dan harapan yang pernah kujaga. Dan ia adalah bagian dari hidupku, yang ingin kudekati, kurangkul, dan ia ingin kupeluk erat, karena ia adalah kisah yang ingin kutulis dalam bait-bait sajak yang masih bisa kulafazkan (Ibnu Khairan)

Kenangan dalam cerita itu

Buku itu, masih saja bercerita Tiap halaman, tiap lembar, tiap nomornya Ia hadir bagai hembusan angin yang tiba-tiba datang menyapa pepohonan Sejuk, Sepoi, ia datang menghembus dedaunan, hingga menggugurkan daun-daun yang telah lama mengering dipertengahan musim kemarau Daun itu satu-persatu berguguran kebumi, tidak banyak memang, tapi ia cukup menutupi halaman yang juga sedang tertutupi oleh rumput yang mengering Ini buku bercerita tentang apa? Buku lusuh yang sampul-nya sudah mulai memudar, kertasnya sudah tidak baru lagi, dan ada beberapa lempar yang sudah mulai lepas dari ikatannya, ia hanyalah buku yang berisi tentang cerita tentang seorang pemuda yang sedang belajar tentang arti kehidupan Jadi, apa yang ingin kita bicarakan saat ini? Entahlah, mungkin tokoh didalam cerita telah memberikan banyak pembelajaran, walau ini hanya cerita fiksi, namun ia adalah kisah yang telah banyak menginspirasi, kisah yang dengannya, mungkin banyak kisah-kisah lain yang telah tercipta. ...

Kesederhanaan jalan

Jalan ku tak pernah lurus Langkahku akan gontai Pundakku tak selalu kuat Hatiku kadang sering tak lurus Sifat ku jelas jauh dari sempurna Juangku jelas masih sangat lemah Semangatku tak jarang hilang Tubuhku tak bisa selalu bertahan Kekuatanku tak jarang lemah Pemahamanku lebih sering salah Ilmu ku tak ada apa-apanya dan Imanku masih sangat jauh Tapi Tak banyak hal yang ingin kuperbuat Ku hanya ingin belajar Belajar menjadi lebih Terus berproses setiap detiknya Berproses menjadi lebih baik Lebih baik setiap harinya Setiap saatnya dan Setiap momentnya Karena cukup sesederhana itu jalan yang ingin kutempuh dan sesederhana hal ini yang ingin kutunjukan kepadamu (Ibnu Khairan)